Senin, 20 Mei 2013

Resensi Artikel


11.    Data Publikasi
a.      Judul                     : Ruhut: Tak pantas tukang mebel jadi presiden
b.      Penulis                   : Egidius Patnistik
c.      Penerbit                 : Kompas.com
d.      No/Tanggal           : 1/Minggu, 19 Mei 2013
e.      No Hal                  : 2 Halaman
f.       Tema                     : Nasional

22.      Sinopsis/Ringkasan

            Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengaku heran masih saja banyak lembaga survei yang menempatkan Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden potensial periode 2014-2019.

            Ruhut melihat justru kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta berantakan. Satu tahun masa jabatan, persoalan ibukota seperti kemacetan, banjir dan lain sebagainya tidak ada satu pun yang dituntaskan.

            "Masih ada yang jagoin? Hancur begitu. Itu, survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana, jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," kata Ruhut

            Publik, kata Ruhut, jangan tertipu oleh upaya pencitraan yang terus dibangunnya lewat banyak media massa demi meraih kursi nomor satu di Indonesia. "Jangan  jadi korban pencitraan, aduh, masih saja jagokan dia," kata Ruhut.

            Ruhut juga mengklaim tidak ada satupun partai politik yang menjagokan Jokowi menjadi Presiden tahun 2014 mendatang, bahkan PDI Perjuangan sekalipun. Dengan tidak adanya dukungan tersebut, lanjut Ruhut, mustahil Jokowi akan maju jadi calon presiden tahun 2014, karena undang-undang tidak membolehkan kandidat presiden dari kalangan independen  mencalonkan diri.


            "PDIP saja enggak calonin dia, siapa yang mau dukung, mau  maju jadi calon independen? Ya enggakbisa, itu ada undang-undang, ini kan negara hukum, kalau gubernur, wali kota, bupati bisa," katanya.



33.      Keunggulan

             Keunggulan artikel ini mungkin sangat menarik untuk dibaca, karena dari judulnya saja sudah kontroverisal, dan pasti membuat banyak orang penasaran untuk membacanya.

44.      Kelemahan

            Kelemahan dari artikel ini adalah dai segi penggunaan bahasa. Banyak  kalimat yang tidak menggunakan bahasa baku. Padahal ini adalah forum resmi yang seharusnya menggunakan bahasa baku.

55. Pendapat Akhir/ Saran

            Saran dari peresensi adalah mungkin untuk jadi calon presiden tidak menutup kemungkinan semua orang juga berhak mencalonkan dirinya untuk jadi presiden, tidak ada alasan diskriminasi dari kalangan bawah atau atas asal muasalnya orang tersebut yang paling penting dia adalah 100% warga Negara Indonesia dan mampu untuk memimpin Negara ini.

            Saran bagi penulis artikel adalah hendaknya lebih memperhatikan lagi penggunaan bahasa dan kalimat – kalimatnya. 

Rabu, 20 Maret 2013

'Jokowi' dalam Rombongan Presiden


KOMPAS.com - Hampir di setiap daerah yang dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu ada pelajar yang berbaris di pinggir jalan. Mereka berbaur dengan masyarakat yang juga menyambut kedatangan Presiden yang melewati jalan tersebut.

Di antara teriakan yang mengelu-elukan Presiden SBY, ada pula warga atau siswa yang meneriakkan Pak Jokowi, Pak Jokowi. Padahal, tak ada Jokowi.

Sambutan cukup semarak dirasakan saat Presiden blusukan ke lereng Gunung Slamet di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akhir bulan lalu. Antusiasme warga, termasuk pelajar berseragam, terasa sejak rombongan Presiden yang menggunakan kereta luar biasa tiba di Stasiun Tegal, Rabu (20/2) sekitar pukul 19.30. Begitu seterusnya, hingga rombongan bergerak menuju Taman Wisata Guci, tempat rombongan Presiden menginap.

Bingung juga, pelajar sekolah mana yang jam segitu masih mengenakan seragam dan belum pulang ke rumah. Boleh jadi mereka penasaran dengan konvoi mobil yang mengiringi Presiden, yang secara keseluruhan berjumlah sekitar 30 mobil.
Sambutan lebih meriah dirasakan keesokan harinya, saat rombongan Presiden menuju lokasi dialog dengan masyarakat di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Batumirah. Juga saat rombongan bergerak menuju ke Kabupaten Pemalang untuk menginap di sana.

Barisan pelajar SD-SLTA dan masyarakat umum di pinggir jalan serasa tidak terputus. Setiap kali mobil rombongan Presiden lewat, selalu saja ada yang bersorak gembira melambaikan bendera Merah Putih kecil sambil menyeru ”Pak SBY,Pak SBY


Ada pula yang melambaikan tabloid Bertindak untuk Rakyat yang dibagikan gratis. Tabloid itu dikelola Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial Sardan Marbun, dan selalu hadir di daerah yang dikunjungi Presiden. Sebagian lagi tampak menyanyikan lagu-lagu perjuangan, bermain musik, dan ada pula yang menari tradisional. Bahkan, saat hujan mulai mengguyur, warga tetap bertahan hingga rombongan Presiden berlalu.

Di antara teriakan yang mengelu-elukan Presiden SBY, ada pula warga atau siswa yang meneriakkan ”Pak Jokowi, Pak Jokowi”. Tentu yang dimaksud adalah Gubernur DKI Jakarta Joko ”Jokowi” Widodo. Padahal, saat itu Jokowi tidak ada dalam rombongan Presiden.

Mungkin mereka mengira Jokowi ikut dalam rombongan Presiden. Atau, boleh jadi itu semacam gambaran suasana hati rakyat yang menginginkan sosok presiden mendatang seperti Jokowi. Hal ini mirip suasana hati rakyat yang tecermin dalam hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia terakhir, yang menempatkan elektabilitas Jokowi pada posisi tertinggi dengan 35,2 persen suara.
Apakah itu semacam tanda-tanda zaman? (C Wahyu Haryo)

Sumber : Kompas Cetak
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

PEMBENARAN KALIMAT:
Pernyataan kalimat-kalimat yang salah:

1.      Di antara teriakan yang mengelu-elukan Presiden SBY, ada pula warga atau siswa yang meneriakkan Pak Jokowi, Pak Jokowi. Padahal, tak ada Jokowi.
2.      Sambutan cukup semarak dirasakan saat Presiden blusukan ke lereng Gunung Slamet di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akhir bulan lalu.
3.      Bingung juga, pelajar sekolah mana yang jam segitu masih mengenakan seragam dan belum pulang ke rumah.
4.      Sebagian lagi tampak menyanyikan lagu-lagu perjuangan, bermain musik, dan ada pula yang menari tradisional.
5.      Bahkan, saat hujan mulai mengguyur, warga tetap bertahan hingga rombongan Presiden berlalu.
6.      Atau, boleh jadi itu semacam gambaran suasana hati rakyat yang menginginkan sosok presiden mendatang seperti Jokowi.
7.      Hal ini mirip suasana hati rakyat yang tecermin dalam hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia terakhir, yang menempatkan elektabilitas Jokowi pada posisi tertinggi dengan 35,2 persen suara.

Pernyataan kalimat yang benar:

1.      Di antara teriakan yang Menyambut Presiden SBY, ada pula warga atau siswa yang meneriakkan Pak Jokowi, Pak Jokowi. Padahal, tidak ada Jokowi.
2.      Sambutan cukup Ramai dirasakan saat Presiden blusukan ke lereng Gunung Slamet di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akhir bulan lalu.
3.      Bingung juga, pelajar sekolah mana yang pukul segitu masih memakai seragam dan belum pulang ke rumah.
4.      Sebagian lagi terlihat  menyanyikan lagu-lagu perjuangan, bermain musik, dan ada pula yang menari tradisional.
5.      Bahkan, saat hujan mulai turun, warga tetap bertahan hingga rombongan Presiden berlalu.
6.      Atau, mungkin itu semacam gambaran suasana hati rakyat yang menginginkan sosok presiden mendatang seperti Jokowi.
7.      Hal ini mirip suasana hati rakyat yang terlihat dalam hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia terakhir, yang menempatkan elektabilitas Jokowi pada posisi tertinggi dengan 35,2 persen suara.

Senin, 21 Januari 2013

Perilaku Konsumen Dalam Membeli Kendaraan Bermotor Secara Kredit



 Rifal Andriana
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, Depok

ABSTRAK

Seiring berjalannya waktu tingkat pertumbuhan penduduk terus mengalami pelonjakan. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan transportasi pribadi. Yaitu bahwa kebutuhan akan mobil dan motor akan meningkat. Disatu sisi hal ini akan mengakibatkan persaingan harga dikalangan produsen motor tetapi  persaingan tersebut tidak sebanding dengan peningkatan dari jumlah pendapatan konsumen, alias daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang namanya pembelian secara kredit. banyak badan usaha dari pihak swasta yang menawarkan kredit motor.
            Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor atau barang elektronik yang mereka inginkan.

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
             Bisnis produk sepeda motor saat ini menunjukkan suatu fenomena yang cukup menarik. Pada saat ekonomi terpuruk, industri sepeda motor justru tumbuh dengan pesat. Data penjualan dari para produsen yang tergabung dalam AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) menunjukkan bahwa pada tahun 2004 angka penjualan sepeda motor mencapai 3,9 juta unit. Satu tahun kemudian, meskipun pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata 125% pada tanggal 1oktober, penjualan sepeda motor masih mampu mencapai angka 5,07 juta unit. Hal ini berarti bahwa penjualan sepeda motor masih tumbuh 30% dari tahun sebelumnya. Faktor lain yang menunjang terhadap perkembangan bisnis sepeda motor di Indonesia adalah semakin banyaknya lembaga lembaga keuangan non bank yang menawarkan sejumlah kemudahan bagi konsumen untuk memiliki sepeda motor Sampai akhir tahun 2000 tercatat 60% pembelian sepeda motor yang dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas kredit yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga pembiayaan. Data tahun 2003 menunjukkan bahwa pada tahun tersebut, lembaga-lembaga pembiayaan mengucurkan dana sekitar Rp. 21, 18 triliun untuk pembelian sepeda motor, sedangkan total penjualan sepeda motor pada saat itu mencapai Rp. 35,3 triliun. Kondisi inilah yang menyebabkan populasi sepeda motor di jalan-jalan di Indonesia terus meningkat. Jika pada awal krisis populasi sepeda motor baru mencapai 12,6 juta, namun pada tahun 2004 sudah mencapai 28,96 juta.

1.2 Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitaian ini adalah (1) Mengetahui sejauh mana minat konsumen dalam membeli sebuah sepeda motor secara kredit (2) Mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen (3) Mengetahui Metode apa saja yang digunakan dalam perilaku konsumen.

2. Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian perilaku konsumen
            Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

2.2 Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
            Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
3. Metodologi Penelitian
Data atau sumber penelitian diambil dari data yang telah ada ( data sekunder )
4. Pembahasan
            Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat faktor biaya maupun pengaruh dari penjual. Pengaruh dari penjual sendiri biasanya terjadi ketika konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian. Tetapi penjual dengan segala bujuk rayunya mengusahakan konsumen melakukan secara kredit. Faktor biaya, faktor ini adalah faktor yang menjadi hal utama konsumen melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada juga konsumen yang memang tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih kredit karena ada kebutuhan lain yang harus di penuhi. Terkait dengan biaya maka kebanyakan konsumen melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai pendapatan kelas menengah.

Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
A. Faktor eksternal adalah merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi akan mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.
B. Faktor internal adalah merupakan faktor yang termasuk adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.
Metode–Metode Penelitian Perilaku Konsumen
Macam-macam penelitian konsumen
Ada dua macam penelitian konsumen, yaitu penelitian yang bersifat eksplorasi dan penelitian tentang kesimpulan konsumen
Ø  Penelitian ekplorasi : Metode yang digunakan dalam penelitian ekplorasi konsumen adalah metode mempengaruhi dan metode memfokuskan kelompok.
Ø  Metode mempengaruhi konsumen : Melalui pemberian sugesti kepada konsumen secara sepontan
1.    Metode memusatkan atau mempokuskan kelompok konsumen. Kelompok konsumen tersebut mengasosiasi kanya secara bebas terhadap masalah-masalah yang ada dalam pasal.
2.    Pendekatan penelitian konsumen
Penelitian eksplorasi tidak di rencanakan untuk menyimpulkan jawaban dalam meneliti pertanyaan yang diberikan konsumen. Oleh karena itu, peneliti megenai kesimpulan konsumen terhadap sutu produk, mereka dan pelayanan itu penting peneliti kesimpulan konsumen dapat juga digunakan menentukan apa yang mempengaruhi konsumen
Pendekatan penelitian konsumen Ada dua pendekatan penelitian, yaitu pendekatan penelitian cross-soctional dan longitudinal.
Pendekatan penelitian cross-sectional : Pendekatan ini di maksud untuk meneliti aspek-aspek perilaku konsumen yang menggunakan waktu secara relative singkat misalnya meneliti perubahan perilaku konsumen pada watu tertentu mempelajari nilai dan sikap kosumen terhadaf suatu produk dalm momen waktu tertentu.
Pendektan penelitian longitudinal: Pendekatan ini dimaksud untuk meneliti-aspek perilaku konsumen yang terjadi dalam beberapa periode waktu tertentu, Misalnya : mengadakan penelitian mengenai pendekatan masyarakat tentang suatu produk dapat bertahan selama beberapa waktu. Pendekatan penelitian longitudinal dilakukan pada periode waktu yang relative lama, sedangkan pendekatan penelitian cross-sctional menggnakan waktu yang relative singkat atau sesaat.
Metode-metode penhumpulan informasi konsumen Ada tiga metode pengumpulan informasi kosumen, yaitu metode observasi, ekspresimen dan survai.
1.      Metode observasi : Salah satu mempelajair konsumen adalah dengan cara mengobservasi perilakunya yang tampak, misalnya mengamati kebiasaan konsumen member produk merk tertentu, sikap dan penilaiyan konsumen terhadap suatu produk atau merk, jenis-jenis yang paling disukai oleh konsumen .
2.      Metode ekspesimen metode ini merupakan metode pengumpulan dengan cara mengadakan ekspresimen atau percobaan terhadap situasi. Misalnya: mengukur pengaruh situasi khusus terhadap sikap dan prilaku membeli. Metode ekspresimen terdiri dari eksperimen laboratorium, dan eksperimen lapangan.
5. Kesimpulan
            Jadi minat seseorang dalam pembelian motor kredit di era sekarang ini sangat tinggi dikarenakan banyak factor yang mempengaruhi didalamnya. Salah satunya adalah factor biaya, marketing strategi suatu perusahaan dan motifasi persepsi seseorang terhadap pembelian barang tersebut.
Karena itu di era sekarang ini banyak perusahaan swasta yang bergelut di bidang perkreditan keuangan atau sering juga disebut leasing yang saling berkompetisi dalam mencari konsumen kreditnya.
Dan yang terakhir adanya pilihan pembelian sepeda motor secara kredit juga memiliki keuntungan tersendiri bagi kalangan tertentu yang belum memiliki uang penuh untuk membeli sepedah motor .

6. Daftar Pustaka
http://lastinyo.blogspot.com/2013/01/prilaku-konsumen-membeli-motor-secara.html
http://www.neraca.co.id/2012/06/21/penjualan-sepeda-motor-stagnan/

Selasa, 27 November 2012

Faktor Demografi Dalam Hal Berkonsumsi


Perilaku konsumen dalam segi demografi

A. Pendahuluan
Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seorang konsumen diantaranya yaitu  faktor social, factor personal, factor psikologi, factor kebudayaan dan factor demografi.
Dalam factor demografi kali ini  yang akan dibahas diantaranya adalah mengenai selera konsumen yang berbeda-beda pada setiap orang, usia para konsumen dan alasan mengapa  kita memilih mengkonsumsi atau memilih product tersebut.
Dalam hal ini saya sebagai penulis secara langsung mencontohkan sebuah produk yang saya pilih atau saya pakai kedalam penginterpretasian dalam factor demografi.

B. Isi
Dalam factor usia sangat memungkinkan seseorang dalam memilih suatu produk yang bervariasi atau berbeda-beda salah satu contohnya yaitu: Para mahasiswa, remaja dan usia dewasa biasanya cenderung memilih atau menggunakan telpon genggam atau Hp yang banyak berbagai macam fitur atau aplikasi didalamnya, bentuk yang sangat menarik, ukuran atau dimensi hp yang bervariasi serta penggunaan koneksi internet yang beragam, misalnya hp blackberry, iphone, android dan lain-lain. Koneksi yang dapat digunakan telpone genggam tersebut diantaranya bisa melalui sambungan internet sellular, wifi atau hotspot . Sedangkan seseorang yang sudah berusia lanjut biasanya menggunakan telepon genggam yang simple, mudah digunakan, harganya murah dan tidak terlalu banyak fitur didalamnya .

Tetapi ada factor lain yang mempengaruhi konsumen dalam memilih suatu produk yaitu factor personal atau selera konsumen masing-masing. Tidak menutup kemugkinan di masa modern sekarang ini orang-orang yang berusia lanjut juga memakai telpon genggam yang canggih, modelnya bervariasi  dan dimensi hp yang beragam sesuai selera atau kebutuhannya masing-masing.

Di masa yang sudah modern ini banyak sekali mahasiswa yang menggunakan hp atau smartphone yang beragam jenisnya salah satunya adalah blackberry  dengan unggulan utamanya yaitu blackberry messangger atau bbm, iphone dengan iOS dan tampilan yang sangat menarik, Samsung dengan androidnya.

Dan dalam hal ini saya sendiri menggunaan smart phone blackberry 9900 atau Dakota. Mengapa saya memilih smart phone ini? Karena blackberry ini sangat menarik banyak fitur-fitur canggih dan berguna didalamnya, kamera dengan kapasitas 5 mega pixel yang sangat jernih hasil jepretannya, tampilan OS7 didalamnya yang sangat terlihat menarik, 8GB RAM untuk menyimpan aplikasi, foto dan video yang lumayan besar, Memory eksternal yang bisa dipasang sampai dengan 32Giga Bite,  Lcd touch screen untuk memudahkan para consumer dalam mengclick sebuah perintah, dan kemampuan sinyal 3g untuk bisa menikmati browsing internet yang cepat.

Mengapa saya tidak memilih hp atau smartphone dengan merek lain yang misalnya seperti Nokia? Karena hp nokia itu dulu memang sangat laku di pasaran, modelnya simple, dan lumayan canggih dll. Tetapi untuk sekarang nokia sejak datangnya blackberry di pasaran jadi sangat jatuh, dari segi harga maupun selera masyarakat terhadap pembelian hp tersebut. Karena dengan datangnya smartphone blackberry ini dia mempunyai lebih banyak keunggulan, salahsatunya bbm, di nokia tidak ada aplikasi tersebut.  Maka dari itu harga hp nokia di pasaran sekarang sangat menurun drastis dibanding dahulu sebelum keluarnya smartphone blackberry ini .

C. Kesimpulan
Dalam artikel ini berarti ada banyak factor yang mempengaruhi suatu perilaku konsumen diantaranya yaitu  faktor social, factor personal, factor psikologi, factor kebudayaan dan factor demografi. Dan di jaman modern ini usia tidak terlalu berpengaruh dalam pemilihan suatu produk melainkan selera dan kebutuhan lah yang sangat menonjol berpengaruh terhadap suatu perilaku konsumsi seseorang.


Daftar Pustaka

Catatan: dalam artikel ini tidak ada maksud untuk menjatuhkan salah satu merek atau brand suatu produk tertentu, jelasnya ini hanya sebuah pendapat, dan melainkan untuk memenuhi tugas softskill yang diberikan dosen mata kuliah perilaku konsumen untuk pemenuhan nilai kuliah.

Rabu, 31 Oktober 2012

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi dalam Pembelian Suatu Produk

Dalam pembelian suatu produk, biasanya konsumen sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. beberapa faktor tersebut adalah faktor Budaya, Sosial, Pribadi dan Psikologis.dalam hal ini di contohkan pemilihan pembelian produk suatu kendaraan bermotor yang dipengaruhi faktor-faktor tersebut. untuk lebih lengkapnya silahkan buka link di bawah ini yang berformat Ms Powerpoint :http://www.mediafire.com/view/?vfe2oqnjoqvpcbg , semoga bisa bermanfaat untuk mahsiswa yang membacanya .

Senin, 29 Oktober 2012

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produkdan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. berikut adalah persentasi lengkapnya melalui format Ms.Powerpoint bisa di download di link ini http://www.mediafire.com/view/?h85tb8bxrt6hvwb .Semoga data ini dapat membantu para mahasiswa untuk berpresentasi mengenai perilaku konsumen dengan baik.

Senin, 01 Oktober 2012

PERTIMBANGAN PRODUSEN MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR


I PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap pengusaha tentu ingin perusahaanya menjadi yang terbaik dan produknya menguasai pasar. Untuk mewujudkannya tentu bukanlah hal yang mudah,diperlukan usaha yang keras serta tindakan yang tepat dari perusahaan tersebut untuk mengalahkan para pesaingnya demi merebut hati para konsumen.
Setiap konsumen memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda, hal inilah yang mendasari konsep pembagian pasar ke dalam kelompok-kelompok konsumen homogen yang berbeda. Konsep ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan gabungan pemasaran untuk target pasar yang berbeda, sehingga dapat memuaskan kebutuhan konsumen dengan lebih baik dan mendapatkan keuntungan yang besar.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian segmentasi pasar?
2. Faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan perusahaan pada saat melakukan segmentasi pasar?
3. Apa sajakah syarat segmentasi yang efektif?
4. Apa saja tujuan dari segmentasi pasar?
5. Manfaat apa saja yang diperoleh dari segmentasi pasar?
6. Adakah kelemahan yang ditimbulkan dari segmentasi pasar?

TUJUAN
Dengan tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pertimbangan apa yang dilakukan perusahaan pada saat segmentasi pasar, serta menyampaikan informasi faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan perusahaan pada saat melakukan segmentasi pasar. Karena adanya perbedaan pilihan dan keinginan konsumen, perusahaan haruslah lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar untuk mendapatkan keuntungan.

II KAJIAN PUSTAKA
Pengertian segmentasi pasar menurut Swastha & Handoko (1997) adalah kegiatan membagi–bagi pasar atau market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen. Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Sementara itu Kotler, kartajaya, Huan dan liu (2003) menyatakan bahwa segmentasi adalah melihat pasar secara kreatif, segmentasi merupakan seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar. Pada saat yang sama segmentasi merupakan ilmu (science) untuk memandang pasar berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis dan perilaku.
Segmentasi tersebut memiliki peran penting karena beberapa alasan; pertama, segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan (Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003)
Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

III PEMBAHASAN

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari. Dalam menetapkan dasar segmentasi Kotler (2003) ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu pertama consumen characteristic (karakteristik konsumen) yang merupakan variabel utama dalam segmentasi yang terdiri dari :

1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.

2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.

3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.

4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

Kedua yaitu, consumer responses (respon konsumen) yang terdiri dari Benefit segmentation (segmentasi manfaat) yaitu pengelompokan yang di dasarkan kepada manfaat yang diharapkan konsumen dari suatu produk atau jasa, use occasion (saat pemakaian) dan Brand atau merek. Dengan ini konsumen akan dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk atau jasa, seperti ada konsumen yang mementingkan kualitas dan ada konsumen yang mementingkan harga yang murah.

Sementara itu Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) mengelompokkan pendekatan dalam melakukan segmentasi pasar menjadi tiga, yaitu :

• Static Atribut Segmentation
Static Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut-atribut statis yang serupa, yang tidak selalu mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan dan tidak secara langsung mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli. Jenis atribut ini mencakup variabel geografi dan demografi.

• Dynamic Atribut Segmentation
Dynamic Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut dinamis yang serupa, atau atribut-atribut yang mencerminkan karakteristik konsumen. Atribut ini mencakup variabel psikografis dan behavioral.

• Individual Segmentation
Individual Segmentation mengelompokkan pasar atas unit terkecil atau individu.

Syarat segmentasi yang efektif (Kotler,2003):

1. Measurable (terukur)
Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.

2. Substansial (banyak)
Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.

3. Accessible (dapat diakses)
Accessible berarti segemen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.

4. Differentiable (dapat dibedakan)
Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.

5. Actionable (dapat dilayani)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Tujuan segmentasi pasar
a. Menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan
b. Merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar
c. Menentukan cara-cara promosi yang paling tepat bagi perusahaan
d. memilih media advertensi yang lebih baik dan menemukan bagaimana mengalokasikan secara baik.
e. Mengatur waktu yang sebaik-baiknya dalam promosi
f. Para penjual atau perusahaan akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menempatkan (mengarahkan) serta membandingkan kesempatan-kesempatan atau harapan-harapan dalam pemasaran sehingga dapat mempelajari kebutuhan tiap segmen.
g. Para penjual dapat menggunakan pengetahuannya untuk menanggapi usaha pemasaran yang berbeda-beda sehingga dapat mengalokasikan anggarannya dengan lebih tepat terhadap berbagai segmen.
h. Penjual dapat mengatur lebih baik produksnya dengan cara pemasarannya.

Manfaat Segmentasi

Secara umum segmentasi bermanfaat untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen (Weinstein, 1994 dalam Ariwibowo, 2003,). Lebih lanjut Weinstein (1994) mengemukan secara terperinci tentang 4 manfaat segmentasi, yaitu:

1. Designing responsive products to meet the needs of the marketplace. Melalui penelitian preferensi konsumen, perusahaan berjalan ke arah penyelesaian konsep marketing yaitu kepuasan konsumen yang akan membawa keuntungan. Perusahaan menempatkan konsumen sebagai yang utama, kemudian mendisain dan menyeleksi produk untuk kepuasan konsumen.

2. Determining effective and cost efficient promosional strategies. Segmentasi sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga untuk mengembangkan communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.

3. Evaluating market competition in partikular the companys market position. Riset segmentasi menyediakan a competitive intelegence mechanism untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar.

4. Providing insight on present marketing strategies. Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan cara memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan dari adanya potensi terhadap ancaman.

Kelemahan segmentasi
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:

1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Prosedur dan Proses Segmentasi Pasar

Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam segmentasi pasar (Kotler,2003) yaitu:
1. Survey Stage
Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku mahasiswa Program Magister Manajemen (MM) . Dengan adanya gambaran awal tentang preferensi konsumen peneliti dapat menggali lebih lanjut dengan menggunakan kuesioner.

2. Analysis Stage
Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster untuk menciptakan atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbedaan karakteristik.

3. Profiling Stage
Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi frofil masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan dari sebuah program MM, kemudian masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang menonjol (Fanggidae, 2006).

KESIMPULAN
Segmentasi pasar merupakan salah satu cara yang tepat bagi sebuah perusahaan yang ingin memberikan pelayanan lebih baik bagi para konsumennya,karena pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli sudah terbagi ke dalam segmen-segmen tertentu,sehingga memudahkan perusahaan mengalokasikan uang dan usahanya ke pasar potensial yang paling menguntungkan, merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar serta menentukan cara-cara promosi yang paling tepat bagi perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html